Strategi Pedagang Kaki Lima

Strategi Pedagang Kaki Lima

Strategi Pedagang Kaki Lima – Adaptasi normalitas baru (AKB) menjadi secercah harapan bagi para pedagang kaki lima (PKL) untuk menata lagi usahanya. Meskipun, untuk mengembalikan kepercayaan kastemer terhadap barang dagangan yang dijajakannya bakal menjadi jauh lebih sulit.

Adaptasi Strategi Pedagang Kaki Lima

Mulai dibolehkannya lagi kegiatan bisnis, setelah tiga bulan dibatasi dinilai menjadi pilihan terbaik, tidak kecuali bagi PKL. Kehidupan normal baru dipandang bakal menambahkan kesempatan bagi mereka untuk lagi mengais rezeki.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI), Ali Mahsun, mengatakan, perut rakyat tidak boleh dibiarkan kosong didalam pas lama, tidak boleh masif dan masal karena ongkosnya terlampau mahal.

Menurutnya, sepanjang pandemi omset PKL udah jeblok 80 persen. “Sementara yang bangkrut dan tidak sanggup jualan lagi tersedia lebih dari 40 persen. Hal ini berjalan di semua tanah air baik di perkotaan maupun pedesaan,” kata Ali.

Hal itu bermuara terhadap tingkat pengangguran dan kemiskinan yang melonjak. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kuantitas penduduk miskin di Indonesia sebanyak 26,42 juta terhadap Maret 2020. Dengan kuantitas tersebut, tingkat kemiskinan sebesar 9,78 persen dari total populasi nasional.

Jumlah berikut meningkat dari 24,79 juta orang atau 9,22 persen dari total populasi terhadap September 2019. Lebih tinggi pula dari 25,14 juta orang atau 9,41 persen dari total populasi terhadap Maret 2019.

Jika diabaikan dan tidak tersedia penanganan komprehensif, bukan tidak barangkali jumlahnya tetap bertambah. Mengingat efek pandemi korona tetap terasa di Indonesia, bersamaan angka penularan yang tetap jadi tambah relatif tinggi.

Penerapan pelonggaran aktivitas, yang dibarengi penerapan protokol kebugaran dan juga bantuan bantuan sosial dan stimulus, menurut Ali menjadi tiga kunci utama penyelamatan PKL.

“Jika tidak, ekonomi rakyat terutama 62 juta UMKM, terhitung di dalamnya 25 juta pedagang kaki lima sanggup bangkrut permanen dan krisis ekonomi nasional semakin dekat,” kata Ali.

Mengingat, UMKM perpotensi menyokong 61 persen produk domestik bruto (PDB) di 2020, dan hampir setengahnya berasal dari PKL.

Pembeli tetap takut

Pernyataan ini bersamaan bersama riset yang ditunaikan Rame Rame Jakarta di lokasi Karet, Jakarta Selatan sebelum saat dan setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan.

Peneliti Rame Rame Jakarta, Raihana Utami, mengatakan pendapatan pedagang kaki lima berangsur sembuh menjadi 50 persen setelah perkantoran lagi dibuka di jaman PSBB transisi.

“Setelah di awalnya sepanjang 3 bulan tidak tersedia penghasilan. Penghasilan mereka terasa lagi begitu perkantoran dibuka. Tetapi tetap memiliki sejumlah tantangan,” ujar Raihana, didalam telekonferensi yang diselenggarakan Rujak Center for Urban Studies (RCUS).

Tantangan itu, sebut Raihana seperti pekerja kantor yang tetap diliputi ketakutan untuk belanja makan dari luar. Sehingga banyak pekerja yang mempunyai bekal makanan sendiri, dan penduduk tetap enggan berkerumun.

Alhasil pedagang kaki lima mengurangi komoditas dagangannya, dan pilih jemput bola bersama berubah ke pintu atau gerbang yang lebih dekat bersama kantor. Tantangan ini bakal tetap ada, walau pedagang udah coba menerapkan protokol kebugaran seperti gunakan masker, atau face shield.

Peneliti Informal Urbanism Research Hub University of Melbourne, Dr. Redento B. Recio, menegaskan, terdapatnya kurang percaya karena sedari awal sebelum saat pandemi, kesenjangan dan pola pikir ‘kumuh’ terhadap sektor informal tetap tersedia di benak penduduk urban.

Dengan terdapatnya pandemi memperparah kondisi tersebut. Ini yang utamanya perlu menjadi perhatian pemerintah lokal, terutama pemerintah kota urban.

Peran penting Pemda

Pada kesempatan yang sama, Direktur RCUS Elisa Sutanudjaja, menambahkan beberapa poin lain yang perlu diperhatikan mengenai perbaikan pedagang kaki lima secara jangka panjang oleh pemerintah.

“Setelah pandemi, mestinya menyadarkan kami bahwa perlu merubah kebijakan ataupun merubah cara kami memandang relasi antara kota bersama PKL. Kita perlu menegaskan terdapatnya jaring pengaman bagi PKL.

Jaring pengaman tidak cuman utamanya dari negara, terhitung jaring pengaman dari sesama PKL itu sendiri. Pemerintah perlu mendorong sehingga PKL memiliki jaringan yang lebih kuat sehingga mereka sanggup saling menopang kecuali tersedia krisis,” ujar Elisa.

Menanggapi hal ini, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi DKI Jakarta, mengklaim pihaknya udah melaksanakan berbagai usaha didalam meringankan beban pelaku bisnis terutama UKM di jaman pandemi korona.

“Kita berikan program kolaborasi sosial berskala besar yang menambahkan pelatihan, pemasaran lewat e-commerce, relaksasi modal lewat bank BUMN, dan bantuan alat perangkat, seperti Alat Pelindung Diri,” ujar perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi DKI Jakarta, Dinas Satrio.

Berdasarkan information Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Privinsi DKI Jakarta, tersedia sekitar 140.000 pedagang kaki lima yang terdaftar di database mereka.

Namun demikian, pihaknya mengungkap bahwa tetap tersedia ada problem untuk mengajak pedagang kaki lima bergabung, dan kesenjangan teknologi dianggap menjadi keliru satu penghambatnya.

“Ini memang perlu usaha untuk merangkul semua karena kegunaan untuk terdaftar terlampau besar didalam kondisi seperti sekarang ini,” kata dia.

Strategi Untuk Sukses

Persaingan antara tenaga kerja semakin ketat di jaman globalisasi pas ini, membuat orang-orang yang terlibat didalamnya perlu memutar otak sehingga sanggup bertahan ditengah gempuran persaingan yang keras. Ketika lapangan kerja yang dituju udah semakin selektif didalam sistem rekrutmennya, maka keliru satu opsi yang banyak diminati adalah menjadi pengusaha.

Modal materi bagi pelaku bisnis tetap belum lumayan kecuali tidak disertai bersama inspirasi kreatif, mental yang kuat dan sikap yang tahan banting didalam menghadapi ketidakpastian. Jika seseorang bekerja di perusahaan, mereka bakal memperoleh gaji senantiasa setiap bulan dan memiliki jenjang karir yang jelas. Hal ini tentu saja terlampau berlainan ketika seseorang menentukan untuk menjadi pengusaha. Tidak tersedia jaminan bahwa setiap bulan bakal memperoleh pemasukan yang tetap, tidak tersedia jenjang karir karena Anda melaksanakan sepenuhnya sendiri di bagian awal.

Pedagang Kaki LimaUntuk menjadi seorang pengusaha, tidak perlu memiliki latar belakang pengetahuan ekonomi atau bisnis. Banyak entrepreneur sukses yang tidak memiliki background keilmuan berikut dan mengawali bisnisnya dari bawah. Salah satu bisnis akrab bersama kehidupan kami sehari-hari adalah pedagang kaki lima. Coba memandang disekitar daerah tinggal Anda. Berapa banyak pedagang kaki lima yang membuka lapak? Mulai bisnis kuliner, baju, tas, hingga perlengkapan rumah tangga. Bisa dikatakan bisnis ini sanggup ditunaikan oleh siapa saja asalkan memiliki keuletan dan kesabaran. Salah satu contohnya, di Surabaya tersedia sebuah keluarga yang mengakses warung nasi Chinese Food bersama menu nasi goreng, mie goreng, dan capjay. Harga yang dipatok adalah Rp. 4500/porsi !. Pembelinya terasa anak sekolah hingga orang kantoran. Tiap sore warungnya senantiasa penuh kastemer dan mereka sudi antri. Omzetnya? Bisa raih sekian juta per harinya. Menarik bukan?.

Tentu saja untuk hingga terhadap bagian berikut tidaklah mudah. Seiring perjalanan usahanya, si pelaku bisnis terhitung bakal mempelajari banyak hal yang nantinya sanggup memperbesar usahanya.

Kunci sukses didalam Strategi Pedagang Kaki Lima ini adalah:

1. Memiliki kemampuan bersaing

Membangun kompetensi sehingga sanggup berkompetisi ditengah-tengah persaingan bisnis yang kian padat. Menganggap kompetitor sebagai motor yang bakal mendorong Anda untuk sanggup menghasilkan yang lebih baik.

2. Membangun komitmen pelanggan

Menanggapi kritikan dan masukan bersama sikap terbuka bakal membuat kastemer terasa dirinya dihargai. Mereka bakal memiliki pandangan yang positif terhadap bisnis Anda dan kecuali mereka puas, mereka tidak segan-segan menganjurkan ke kerabat atau temannya.

3. Strategi pemasaran yang jitu

Trik pemasaran menambahkan andil yang lumayan penting bagi keberhasilan sebuah usaha. Pemilihan lokasi yang dekat bersama konsumen, merawat kebersihan daerah usaha, dan juga menambahkan harga yang terjangkau merupakan kiat pemasaran yang sanggup ditunaikan oleh pelapak kaki lima.

4. Manajemen stok dan efisiensi cost operasional

Hal ini penting ditunaikan sehingga Anda senantiasa sanggup mengelola keuangan bisnis bersama lebih cermat.

Menjadi seorang entrepreneur tidak penting tergoda oleh aspek keturunan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan bisnispun sanggup menjalankannya. Untuk mewujudkan bisnis yang besarpun perlu dirintis dari bawah. Jadi siapa saja yang mobilisasi usaha, terhitung pedagang kaki lima, kecuali bersedia kerja keras dan tahan banting bakal menjadi entrepreneur yang sukses.