Pertanyaan Interview Dan Jawabannya Untuk Fresh Graduate

Pertanyaan Interview Dan Jawabannya Untuk Fresh Graduate

Setelah sidang skripsi, lantas revisi, hingga selanjutnya yudisium dan wisuda, setelah itu apa? Tentunya melacak pekerjaan. Sebagai seorang segar graduate yang amat ‘buta’ dengan dunia kerja, banyak pertanyaan aneh dan beragam nampak di kepalamu. Misalnya, anda penasaran dengan proses rekrutmen sebuah perusahaan atau anda mengayalkan rasanya bekerja di gedung perkantoran di lantai 15. Selain itu tadi, anda pasti penasaran dengan Pertanyaan Interview Dan Jawabannya Untuk Fresh Graduate yang bakal diajukan oleh HR saat mewawancarai kamu.

Sebelum masuk ke contoh pertanyaan, kita bakal membahas apa target dan apa yang dicari oleh HR melalui pertanyaan yang dilontarkan ke kalian. HR bakal menganalisa bagaimana isikan dari jawabanmu, cara anda menjawab, dan kedisiplinan dari jawaban tersebut. Dari situ bakal nampak layaknya apa pembawaan dan apakah sesuai untuk bekerja di posisi yang dilamar atau sesuai dengan budaya perusahaan tersebut. Berikut ini adalah sebagian pertanyaan yang kerap ditanyakan kepada segar grad di interview dan cara menjawabnya.

Beberapa Pertanyaan Interview Dan Jawabannya Untuk Fresh Graduate

Coba ceritakan dengan singkat mengenai diri kamu?

Dari Pertanyaan Interview Dan Jawabannya Untuk Fresh Graduate ini, HR inginkan memandang bagaimana anda mengartikan diri sendiri. Selain itu, jawaban dari pertanyaan ini bakal jadi kesan pertama HR pada diri kamu, sebab pertanyaan ini biasa ditanyakan di awal dan jadi informasi pembuka dari anda untuk rekruter.

Cara menjawab pertanyaan ini adalah dengan information diri layaknya nama, umur, lulusan dari universitas mana dan di bidang apa. Kemudian dilanjutkan dengan hal-hal yang anda pelajari di sekolah/kampus, aktivitas atau aktivitasnya, pengalaman magang (jika ada), dan minat atau passion anda yang berkenaan dengan posisi yang dilamar.

Apa yang jadi kelebihan dan kekurangan kamu?

Menilai orang lain itu lebih ringan daripada menilai diri sendiri. Oleh sebab itu, HR inginkan paham bagaimana anda menilai kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Jika ditanya kelebihan, disarankan untuk menyebutkan soft skills yang berkenaan dengan posisi yang dilamar. Misalnya, kalau anda melamar di posisi Akuntan yang membutuhkan kecermatan dan fokus, anda sanggup menyebutkan bahwa anda orang yang detail di dalam melaksanakan sesuatu. Jika ditanya kelemahan, jangan menjawab layaknya “Kelemahan aku adalah amat perfeksionis di dalam segala hal.”, atau menjawab kelemahan yang tidak relate dengan pekerjaan, layaknya “Saya tidak pintar di dalam melaksanakan negosiasi dengan orang lain.”, padahal pekerjaan anda nantinya tidak ada berkenaan dengan negosiasi. Jawab saja kelemahanmu apa adanya, tapi jangan amat fokus di dalam menjawabnya, dan sebutkan terhitung bagaimana anda menanggulangi kelemahan tersebut.

Kenapa anda mau melamar ke perusahaan ini?

Untuk pertanyaan ini, jangan dijawab bahwa anda perlu pekerjaan atau untuk melacak pengalaman—meskipun keduanya adalah memang alasan utama anda melamar. Pertanyaan ini sanggup dibilang adalah salah satu kesempatan anda untuk membuat rekruter terkesan. Cara menjawabnya yaitu dengan menyebutkan apa saja hal-hal yang menarik dari perusahaan tersebut.

Contohnya, anda melamar ke sebuah perusahaan yang memproduksi susu. Kamu sanggup menyebutkan bahwa anda amat suka produk susunya, atau sebab produknya dikenal banyak orang. Bisa terhitung dengan menjawab bahwa anda sudah memandang company lihat perusahaan berikut dan banyak perihal positif yang disebutkan di sana. Selain itu, sebutkan terhitung bahwa anda inginkan berkontribusi dan menambahkan yang terbaik untuk perusahaan.

Apa yang anda ketahui mengenai perusahaan ini?

Kalau anda sudah membaca sebagian tips interview, terkandung poin-poin yang memberi saran anda untuk mempelajari dan melacak paham layaknya apa perusahaan yang sudah anda lamar. Mungkin anda tetap bingung dengan apa yang wajib dicari paham mengenai perusahaan tersebut.

Pertama yang wajib diketahui adalah bergerak di bidang industri apakah perusahaan tersebut.

Kedua adalah produk atau fasilitas yang dibuat atau diberikan perusahaan tersebut. Kamu sanggup gali lebih di dalam berkenaan produk atau fasilitas si perusahaan, layaknya apa pengunaan atau cara kerjanya.

Ketiga adalah kompetitor si perusahaan. Mungkin bakal terdengar biasa saja kalau anda cuma menyebutkan satu kompetitor. Jadi bakal lebih baik kalau disempurnakan lebih dari satu, sebagai isyarat bahwa anda sudah melaksanakan research yang amat mendalam.

Kenapa kita wajib pilih anda sebagai bagian dari kami?

Pertanyaan ini biasa diajukan oleh rekruter di sesi terakhir wawancara. Cara menjawabnya yaitu dengan menyebutkan bahwa anda inginkan berkontribusi untuk perusahaan dengan skill yang dimiliki. Selain itu sanggup terhitung tambahkan bahwa pembawaan anda sesuai dengan budaya perusahaan yang fleksibel dan diisi oleh banyak milenial—contoh kalau anda melamar di sebuah perusahaan startup.

Nah, lima pertanyaan di atas adalah yang kerap ditanyakan oleh rekruter kepada lulusan baru. Sekedar tips tambahan, rekruter bakal lebih impressed kalau anda ternyata amat mengenal perusahaan yang dilamar, menjadi dari produk, kegiatan, hingga ke kompetitor perusahaan. Ini tandanya bahwa anda adalah kandidat yang nyata-nyata di dalam melamar kerja. Karena tak sanggup dipungkiri, tetap banyak segar grads yang asal melamar dan tidak paham betul perusahaan yang dilamarnya.

Beberapa Kalimat Yang Sebaiknya Tidak Dikatakan

Bagi anda yang sudah baru saja menyandang gelar ” segar graduate” atau baru saja lulus kuliah pasti sudah tidak sabar inginkan langsung bekerja. Tapi menunggu dulu, melacak pekerjaan tidak semudah yang dibayangkan.

Sebab, ada sebagian perusahaan yang membawa kriteria tinggi di dalam melacak calon tenaga kerja/karyawan. Seperti psikotes hingga wawancara.

Jika anda mendaftar suatu perusahaan dan sudah lolos psikotes, maka kebanyakan anda bakal dipanggil oleh perusahaan yang anda tuju untuk turut tes wawancara atau interview. Ini artinya, perusahaan berikut inginkan kenal anda lebih dekat lagi. Disamping itu, perusahaan terhitung sudah mempertimbangkan kenapa anda dipilih untuk turut tes lanjutan.

Tapi yang jadi persoalan, kalau anda baru saja lulus kuliah dan belum ada pengalaman kerja, pasti bakal hadapi suasana “galau” atau grogi. Memang benar, perihal ini sudah lumrah dialami bagi para segar graduate yang bingung nanti wajib bagaimana disaat wawancara.

Kalau salah ucap pasti berakibat fatal. Jangan khawatir, berikut bakal dibagikan tips kata-kata atau kata-kata apa saja yang tidak boleh anda katakan saat tes interview atau wawancara kerja:

1. Bertanya ini perusahaan apa?

Pertanyaan ini tidak boleh anda tanyakan. Tapi anda wajib cari paham dulu perusahaan yang anda tuju itu bergerak di bidang apa. Jangan hingga anda tidak paham melamar ke perusahaan dan posisi yang dibutuhkan. Tapi anda wajib paham dan berupaya menjunjung perusahaan berikut dengan impuls cari paham di luar. Kemudian cari paham terhitung bagaimana anda sanggup menolong perusahaan itu supaya lebih maju.

2. “Saya gugup sekali”

]Untuk kata-kata ini jangan hingga anda ucapkan ya. Sebab, kalau wawancara kerja saja sudah tidak sanggup anda hadapi, lantas bagaimana perihal lain yang lebih susah dan menantang disaat anda masuk perusahaan tersebut. Jadi, tetaplah tenang dan berupaya untuk nampak yakin diri. Ini adalah modal utama yang bagus.

3. “Saya bakal kerja di bidang apapun”

Cobalah untuk tidak menyebutkan perihal ini. Tapi sebaiknya anda katakan bahwa anda bersemangat untuk bekerja di posisi khusus tapi mau studi dan cepat beradaptasi kalau ada tugas lain ke depannya. Baca juga: Lowongan Kerja BRI bagi Lulusan S1 dan S2

4. “Sudah ada di di dalam CV saya”

Di di dalam CV anda pasti sudah mencantumkan semua informasi dirimu. Tetapi undangan wawancara kerja adalah usaha untuk memandang pembawaan kamu, dan cara anda berbicara dan juga menceritakan apa yang anda tulis. Pada kesempatan ini, anda wajib bercerita dengan yakin diri siapa anda dan hal-hal bagus. Apalagi yang tidak sempat anda sebutkan di CV.

5. Hindari berbicara “hmm” atau “sepertinya”

Untuk kata semacam ini justru membuat anda nampak kurang yakin diri. Atau jadi anda mengarang hasil yang tidak dulu anda capai. Cobalah katakan angka atau information yang paham dan penuh keyakinan.

6. Hindari “saya nggak tahu”

Ketika wawancara anda dituntut untuk berpengetahuan luas. Kadang orang yang mewawancarai anda bakal ada pertanyaan yang anda tidak paham jawabannya. Kalau sanggup jangan jawab nggak tahu. Tapi cobalah kata-kata diplomatis layaknya “saya kurang yakin dengan jawabannya, aku bakal langsung melacak paham setelah ini”. Atau sanggup pula anda berpikir sepanjang sebagian detik untuk buat persiapan jawaban yang pas.

7. “Seberapa cepat karyawan sanggup promosi”

Ini sanggup disalahartikan bahwa anda bersikap sombong dan amat mengayalkan hak yang anda inginkan di perusahaan tersebut. Tapi kalau anda inginkan tahu, maka sanggup bertanya dengan kata-kata santun. Contohnya, “saya amat tertarik untuk bekerja di dalam saat yang lama di dalam sebuah perusahaan. Bagaimana jenjang karier di posisi yang aku lamar ini?” Baca juga: Lowongan Kerja BCA 2020 bagi Lulusan SMA hingga S2, Tertarik?

8. “Saya baru mengalami masa sulit”

Saat wawancara, perusahaan bakal memandang dan mengayalkan anda dua kali kalau diterima. Sebab, kalau anda memiliki persoalan dikhawatirkan nanti justru sanggup mengganggu kinerja kamu.

9. “Maaf aku terlambat”

Kalimat ini jangan hingga terucap. Tapi ya jangan hingga anda datang terlambat pas wawancara kerja. Sebab, kata-kata itu sudah memberimu poin minus. Perusahaan sanggup berpikir anda tidak disiplin waktu.