Perkembangan Otak Bayi

Perkembangan Otak Bayi

Stimulasi Perkembangan Otak Bayi adalah rangsangan yang dilaksanakan sejak bayi baru lahir, lebih-lebih sejak janin berusia 6 bulan di didalam kandungan.

Aktivitas ini dilaksanakan setiap hari untuk merangsang semua sistem indera pendengaran, pengelihatan, perabaan, penciuman dan pengecapan.

Latih Kemampuan Otak Si Kecil

Melatih stimulasi bisa Ibu jalankan bersama dengan merangsang motorik kasar dan halus di anggota kaki, tangan dan jari-jari, mengajak berkomunikasi, dan juga memicu perasaan si Kecil bahagia bersama dengan membuatnya bahagia dan hindari rasa stres sementara mengasuhnya.

Rangsangan yang dilaksanakan sejak ia lahir, tetap menerus, bervariasi, bersama dengan kondisi bermain dan kasih sayang, dapat memacu berbagai aspek kecerdasan anak layaknya kecerdasan matematis, kecerdasan emosional, komunikasi bahasa, kecerdasan musikal, gerak, senirupa dan tetap banyak lagi.

Stimulasi Perkembangan Otak Bayi Berdasarkan Usia Si Kecil

Stimulasi bisa diberikan kapanpun dan di manapun, tetapi Ibu kudu mencermati usia si Kecil. Berikanlah stimulasi yang cocok bersama dengan usianya. Berikut ini adalah langkah jalankan stimulasi dini di setiap usia perkembangan bayi:

0 – 3 bulan

Memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian, menggantung dan mobilisasi benda berwarna terang, benda-benda berbunyi, mengulingkan bayi kekanan-kekiri, tengkurap-telentang, dirangsang untuk meraih dan memegang mainan.

3 – 6 bulan

Bermain petak umpet, melihat muka si Kecil dan Ibu di cermin, rangsangan untuk telungkup, telentang bolak-balik dan duduk.

6 – 9 bulan

Panggil namanya, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng, merangsang duduk, dilatih berdiri sambil berpegangan.

9 – 12 bulan

Mengulang-ulang nama Ibu, Ayah, Kakak, memasukkan mainan ke didalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, terjadi bersama dengan berpegangan.

Did you know?

”Memberikan stimulasi bersama dengan langkah yang menggembirakan cocok bersama dengan usia anak bisa mendukung merangsang perkembangan motorik kasar, halus, sensorik, dan keseimbangan si Kecil. Ketahui selengkapnya di sini.“

12 – 18 bulan

Latihan mencoret-coret pakai pensil warna, menyusun kubus, balok-balok,puzzle bergambar sederhana, memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadahnya, bermain bersama dengan boneka, sendok, piring, gelas, teko, sapu, lap. Latihlah terjadi tanpa berpegangan, terjadi mundur, memanjat tangga, menendang bola, melepaskan celana, tahu dan jalankan perintah-perintah sederhana, menyatakan nama atau menyatakan benda-benda.

18 – 24 bulan

Menyebutkan dan menyatakan bagian-bagian tubuh, bertanya gambar atau menyatakan nama binatang & benda-benda di sekitar rumah, mengajak bicara perihal kegiatan sehari-hari, latihan menggambar garis-garis, mencuci tangan, Mengenakan celana dan baju, bermain melempar bola, melompat.

2 – 3 tahun

Mengenal dan menyatakan warna, pakai kata sifat, menyatakan nama-nama teman, mengkalkulasi benda-benda, Mengenakan baju, menyikat gigi, bermain kartu, boneka, masak-masakan, menggambar garis, lingkaran, manusia, latihan berdiri di satu kaki,buang air kecil dan besar di toilet.

3 tahun ke atas

Mengembangkan kemampuan-kemampuan usia sebelumnya, stimulasi juga di arahkan untuk kesiapan bersekolah seperti: memegang pensil bersama dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, tahu perintah dan kemandirian, dan mengajarinya perihal rancangan berbagi. Perangsangan bisa dilaksanakan di rumah dan bisa juga di jalankan di prasekolah, Taman Kanak-Kanak atau sejenisnya.

Tips Memberikan Stimulasi Untuk Si Kecil

Stimulasi bisa dilaksanakan setiap tersedia peluang dikala berinteraksi bersama dengan si Kecil, setiap hari secara tetap menerus, bervariasi, sesuai bersama dengan usia perkembangan kemampuannya dan dilaksanakan oleh keluarga. Stimulasi kudu dilaksanakan didalam kondisi yang menggembirakan dan gembira.

Jangan menambahkan stimulasi bersama dengan terburu-terburu, memaksakan kehendak, tidak mencermati minat atau permintaan si Kecil. Hindari rasa marah, bosan, sebal, dikarenakan dapat merangsang emosi yang negatif untuk si Kecil. Pada prinsipnya semua ucapan, sikap dan kelakuan Ibu dikala sedang berinteraksi bersama dengan si Kecil merupakan stimulasi yang direkam, diingat dan dapat ditiru.

Nutrisi Untuk Perkembangan Otak Bayi

Sejak tetap mengandung, Ibu tentu tahu pentingnya nutrisi bagi perkembangan bayi. Nutrisi pas dan seimbang terhadap periode awal kehidupannya terlampau mendukung perkembangan otak bayi.

Kekurangan nutrisi bisa memicu berbagai pengaruh negatif. Efek kekurangan nutrisi berbeda-beda, terkait style nutrisi dan kondisi fisik si Kecil. Berikut adalah nutrisi perlu untuk perkembangan otak si Kecil:

Protein

Protein berperan perlu didalam perkembangan otak si Kecil. Protein mengarahkan sel saraf dan memindahkannya ke area yang pas di otak. Saraf selanjutnya yang memicu si Kecil bisa berpikir dan memicu persepsi dapat dunia di sekitarnya. Protein mendukung optimalkan perkembangan panca indera si Kecil. Ibu menyusui bisa mengonsumsi makanan layaknya daging, kacang-kacangan, kacang kedelai, telur dan ikan sebagai sumber protein.

DHA atau Omega 3

Si Kecil punya kebutuhan tinggi dapat Docosahexaenoic Acid (DHA) untuk perkembangan otak yang optimal. DHA tingkatkan perkembangan psikomotorik dan perkembangan mental Si Kecil. ASI mempunyai kandungan DHA yang dibutuhkan oleh bayi.

Kolin

Kolin dibutuhkan si Kecil, terutama sementara ia berada di didalam persentase juga terhadap usia dini pasca lahir. Kolin berfaedah untuk pembentukan tulang belakang dan perkembangan sel-sel otak. Menurut penelitian, kolin terbukti tingkatkan fungsi kognitif si Kecil. Bayi bisa mendapat asupan kolin seimbang bersama dengan ASI. Sementara ibu menyusui sebaiknya mengonsumsi telur, kacang kedelai dan susu, sebagai sumber kolin.

Did you know?

“Berikan stimulasi sementara Golden Age (0-2 tahun) sehingga jaringan otak si Kecil tidak mengecil dan fungsi otak tidak menurun.”

dr. Vicka Farah Diba, Msc, SpA

Asam Folat

Asam folat perlu bagi perkembangan otak si Kecil, terutama dikala berada di didalam kandungan. Asam folat bisa mencegah risiko terjadinya spina bifida (cacat tabung saraf) dan terbentuknya tumor otak terhadap si Kecil. Angka Kecukupan Gizi Indonesia (AKG) 2013, menganjurkan Ibu hamil untuk mengonsumsi 600 mcg asam folat.

Vitamin B6

Vitamin B6 perlu untuk pembentukan dan perkembangan sistem saraf pusat terhadap janin. Dalam jaman perkembangan si Kecil, vitamin B6 dibutuhkan untuk perkembangan kebolehan anak didalam beradaptasi bersama dengan lingkungannya. Vitamin B6 bisa didapatkan dari makanan layaknya ikan tuna, daging, kacang-kacangan, roti dan sereal.

Vitamin B12

Vitamin B12 mendukung pembentukan myelin terhadap jaringan saraf si Kecil. fungsi vitamin B12 bisa didapatkan terhadap daging sapi, daging kambing, ikan dan daging ayam.

Zat besi

Si Kecil membutuhkan zat besi sehingga otaknya bisa berkembang secara optimal. Zat besi merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan hemoglobin atau sel darah merah. Zat besi bisa didapatkan melalui asupan daging, sayuran, telur dan sereal.

Seng

Seperti zat besi, seng mendukung optimalkan fungsi dan kinerja otak si Kecil. Seng berperan untuk memproduksi sel darah putih sehingga tubuh bisa melawan infeksi. Seng juga yang meyakinkan sel di didalam tubuh bisa selamanya berkembang dan memperbaiki rusaknya yang terjadi. Makanan layaknya daging sapi dan daging ayam merupakan sumber dari seng.