Kata Kata Dilan

Kata Kata Dilan

Kata Kata Dilan yang buat baper memang nggak tersedia habisnya. Karakter Dilan tenar dengan karakter romantisnya, namun senantiasa tersedia segi lucu dan usilnya masa-masa SMA. Apalagi pas si Dilan deketin cewek yang disuka, Milea.

Dari kisah romantis Dilan dan Milea, banyak kata-kata Dilan yang buat baper terselip di lebih dari satu adegannya. Bahkan, pasti tersedia salah satu kata-kata Dilan yang buat baper ini terngiang-ngiang di kepala penonton.

Nah, kata-kata Dilan yang buat baper ini sesuai dipakai unggahan fasilitas sosial. Nggak heran, karena kata-kata Dilan yang buat baper ini bisa buat gebetan atau pasanganmu tersipu malu dan semakin sayang mirip kamu.

Di bawah ini Liputan6.com udah merangkum berasal dari bermacam sumber, kumpulan kata-kata Dilan yang buat baper dan buat pasanganmu semakin tersipu malu, Selasa (20/10/2020).

1. “Dik jangan pergi jauh-jauh, kan tersedia darahku di tubuhmu.”

2. “Cemburu itu cuma untuk orang-orang yang tidak percaya diri. “Jadi”, ya sekarang aku sedang tidak percaya diri.”

3. “Aku gak pandai cemburu. Malahan, terkecuali kamu ninggalin aku, aku gak bisa apa-apa. Bisaku cuma mencintaimu.”

4. “Memang tidak salah untuk berharap, namun aku wajib mengetahui kapan berhenti.”

5. “Hidup itu misterius, kami tidak akan pernah benar-benar mengetahui mengapa kenyataan wajib berakhir layaknya itu aku wajib bisa menerimanya.”

6. “Tapi biar bagaimanapun, itu adalah harinya, di mana dan kapan pun, tiap tiap aku mengingatnya, aku akan segera tersenyum.”

7. “Aku sedang berbohong terkecuali aku menjelaskan bahwa aku tidak kecewa, namun aku tidak inginkan miliki asumsi yang tidak baik tentang hubungan cinta yang putus.”

8. “Meskipun, perasaan cemburu itu normal di di dalam sebuah hubungan, aku tidak inginkan terperangkap oleh itu karena aku benar-benar benci mulai cemburu.”

9. “Dia tidak hebat, tidak, tambah barangkali biasa saja. Tapi dia bisa membuatku puas cuma dengan hal sederhana.”

10. “Walau tubuhku di situ, namun pikiranku tetap mengembara ke Dilan. Sungguh, aku tidak pernah berpikir akan mencintai orang lain tak sekedar Dilan. aku cuma inginkan Dilan.”

11. “Tolong sampein ke Bunda, Terima kasih udah lahirin orang yang aku cinta.”

12. “Jangan bilang ke aku tersedia yang menyakitimu. Nanti besoknya, orang itu akan hilang.”

13. “PR-ku adalah merindukanmu. Lebih kuat berasal dari Matematika. Lebih luas berasal dari Fisika. Lebih kerasa berasal dari Biologi.”

14. “Terima kasih, Dilan. Kamu pernah senang kepadaku. Dan kini, biarkan aku terkecuali senantiasa inginkan mengetahui kabarmu.”

15. “Jangan rindu, ini berat. Kau tak akan kuat. Biar aku saja.”

16. “Kalau mencintaimu adalah kesalahan, yasudah. Biar. Aku salah tetap saja.”

17. “Malam ini, terkecuali tidur jangan ingat aku, ya! Tapi terkecuali mau, silakan.”

18. “Angin, untuk meniup rambutmu. Aku, untuk mencintaimu.”

19. “Kalau kamu bohong, itu hak kamu. Asal jangan aku yang bohong ke kamu.”

20. “Aku tidak inginkan mengekangmu. Terserah! Bebas ke mana engkau pergi. Asal aku ikut.”

21. “Tapi terkecuali gak tersedia kamu, aku puas rindu.”

22. “Jangan menangis, karena kamu adalah alasan seseorang tersenyum.”

23. “Aku merindukannya dan tidak bisa memperoleh dia keluar berasal dari pikiranku, jujur aku tidak bisa melupakannya.”

24. “Masa lalu adalah masa lalu, tak usah dihindari atau kau tolak. Masa lalu akan menjadi penasihat yang baik. Tidak tersedia gunanya kau sesali. biarlah itu hadir sebagai aliran yang membawamu peergi ke target yang lebih baik.”

25. “Bolehkan aku miliki pendapat. Ini tentang dia yang tersedia di bumi. Ketika Tuhan menciptakan dirinya, kukira dia tersedia maksud senang pamer.”

26. “Aku mulai terperangkap di di dalam suasana yang mengambang. Terus melihat keluar jendela mobilku dan seluruh yang kulihat adalah kenangan.”

27. “Dan tetaplah denganku, sampai engkau jadi biasa dengan seluruh hal yang tentang denganku.”

28. “Jika hujan, aku tak akan memberimu jaket. Sebab terkecuali aku sakit, lalu siapa yang akan menjagamu?”

29. “Aku gak pandai cemburu. Malahan, terkecuali kamu ninggalin aku, aku gak bisa apa-apa. Bisaku cuma mencintaimu.”

30. “Pemberitahuan: Sejak sore kemarin. Aku udah mencintaimu.”

31. “Asal kamunya senantiasa tersedia di bumi. Udah cukup, udah buat aku senang.”

32. “Dia bukan gadis yang wajib keluar mewah agat keluar keren oleh mengisi dunia dan tidak mulai wajib miliki apa-apa yang tidak dia butuhkan cuma agar bisa mirip dengan yang lain.”

33. “Kalau kamu ninggalin aku, itu hak kamu, asal jangan aku yang ninggalin kamu. Aku was-was kamu kecewa.”

34. “Dulu, segala suatu hal nampak indah, Sama sekali aku tidak pernah berpikir bahwa kelanjutannya kami wajib berpisah. Sulit untuk dipercaya, namun itulah yang terjadi.”

35. “Biar bagaimanapun tidak tersedia yang akan baik-baik saja tentang sebuah perpisahan.”

36. “Tidak akan tersedia satupun orang yang jadi biasa dengan kehilangan.”

37. “Dan sekarang, yang senantiasa di dalam diriku adalah kenangan di sanalah kamu selalu.”

38. “Tenang saja, perpisahan tak menyedihkan, yang menyedihkan adalah sekiranya habis itu saling lupa”

39. “Aku tidak cemburu. Dia adalah bagian diriku. Dia adalah teritorialku, lokasi yang udah menjadi milikku. Dan masa lalu bukan untuk diperdebatkan.”

40. “Walau bagaimanapun, tempat itu menjadi salah satu saksinya untuk banyak kenangan yang pernah aku alami dengan ayah.”

41. “Kalau aku menjadi presiden yang wajib mencintai seluruh rakyatnya, aduh, maaf, aku pasti tidak bisa karena aku Cuma puas Milea.”

42. “Biar bagaimanapun, tidak tersedia yang akan baik-baik saja tentang sebuah perpisahan.”

43. “Dan sekarang, yang senantiasa di dalam diriku adalah kenangan di sanalah kamu selalu.”

44. “Memang tidak salah untuk berharap, namun aku wajib mengetahui kapan berhenti.”

45. “Tidak tersedia satu orang pun yang jadi biasa dengan kehilangan.”

46. “Tenang saja, perpisahan tak menyedihkan, yang menyedihkan adalah sekiranya habis itu saling lupa.”

47. “Aku mencintaimu. Biarlah ini urusanku. Bagaimana engkau kepadaku, itu urusanmu.”

48. “Malam akan sunyi tanpa rembulan, karena takkan kudengar ulang tawamu.”

49. “Jangan pergi jauh-jauh, kan tersedia darahku di tubuhmu.”

50. “Dan masa lalu bukan untuk diperdebatkan.”