Anak Obesitas

 

Anak ObesitasAnak gemuk sebenarnya menggemaskan, namun situasi ini bukan bermakna tidak bisa mengakibatkan risiko kesehatan, seperti obesitas. Obesitas terhadap anak terpengaruh oleh beragam faktor. Bila si kecil udah mengalami obesitas, berikut gejala, komplikasi, dan cara mengatasi situasi berlebihan berat badan ini. Berikut penjelasannya.

Apa situasi yang pilih obesitas terhadap anak?

Dikutip dari Mayo Clinic, tidak semua anak yang berlebihan berat badan disebut obesitas. Lemak yang mengumpul di tubuh anak menjadi bekal untuk pertumbuhan dan pertumbuhan si kecil.

Bagi anak yang berusia kurang dari 5 tahun, berat badan ideal diukur lewat kurva yang dirancang oleh Kementerian Kesehatan Indonesia seperti di bawah ini:

Berat badan anak yang lebih dari rentang berikut menandakan anak berlebihan berat badan atau obesitas.

Lalu, apa yang memicu anak disebut obesitas? Melansir dari website formal Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak bisa disebut obesitas dikala berat badannya lebih dari +3 SD grafik pertumbuhan.

Sementara itu, dikatakan berlebihan berat badan atau overweight adalah dikala berat badan anak lebih dari +2 SD grafik pertumbuhan yang dibikin oleh WHO.

Untuk anak di atas 5 tahun, sinyal ia mengalami obesitas bisa dicermati terhadap tabel di bawah ini, berdasarkan data dari Center for Disease Control plus Prevention (CDC):

Untuk pilih siapa saja yang masuk dalam golongan berat badan sehat dan tidak sehat, diperlukan perhitungan BMI.

Indeks massa tubuh dengan sebutan lain BMI membandingkan berat bersama tinggi badan anak, dihitung bersama membagi berat badan dalam kilogram bersama tinggi badan dalam mtr. kuadrat.

Jika hasil perhitungan BMI anak Anda berada di rentang 23 – 29,9, ini bermakna anak Anda mempunyai berat badan berlebih (kecenderungan obesitas).

Sementara jika hasil perhitungannya raih angka 30 ke atas, anak Anda udah masuk ke dalam golongan obesitas.

Untuk lebih memudahkan melacak paham angka BMI anak, Hello Sehat sediakan laman Kalkulator BMI yang cuma berlaku untuk anak-anak berusia di atas 5 tahun.

Kebutuhan kalori anak per hari

Pada dasarnya, berlebihan berat badan terjadi dikarenakan kalori yang masuk digunakan lebih sedikit. Untuk itu, tidak benar satu untuk mengatasi obesitas terhadap anak dikerjakan bersama mengurangi asupan kalori per hari.

Namun, pengurangan kalori tidak boleh dikerjakan secara sembarangan. Pasalnya, anak perlu makanan tinggi nutrisi sebagai penunjang pertumbuhannya.

Berikut asupan kalori per hari berdasarkan Angka Kecukupan Gizi yang ditetapkan oleh Kemenkes RI lewat Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2013:

Usia 0-6 bulan: 550 Kkal per hari
Usia 7-11 bulan: 725 Kkal per hari
Usia 1-3 tahun: 1125 Kkal per hari
Usia 4-6 tahun: 1600 Kkal per hari
Usia 7-9 tahun: 1850 Kkal per hari

Jika usia anak udah 10 th. atau lebih, keperluan kalorinya akan dibedakan menurut type kelamin, antara lain:

Anak laki-laki

Usia 10-12 tahun: 2100 Kkal per hari
Usia 13-15 tahun: 2475 Kkal per hari
Usia 16-18 tahun: 2675 Kkal per hari

Anak perempuan

Usia 10-12 tahun: 2000 Kkal per hari
Usia 13-15 tahun: 2125 Kkal per hari
Usia 16-18 tahun: 2125 Kkal per hari

Anda bisa mengatur asupan kalori si kecil bersama menu makanan sehat namun selalu disukai anak.

Penyebab obesitas terhadap bayi dan anak
Ada banyak alasan agar anak bisa mengalami obesitas, yaitu:

Faktor genetik
Gaya hidup
Kebiasaan jelek (terlalu sering memirsa tv)

Sebuah penelitian yang dikerjakan sepanjang 30 th. di United Kingdom, memperlihatkan bahwa anak yang memirsa televisi setiap hari bisa memicu indeks massa tubuh naik hingga raih batas obesitas terhadap usia 30 tahun.

Penelitian lain dikerjakan di New Zealand bersama melibatkan sebanyak 1000 anak, yang diteliti dari mereka lahir hingga berusia 26 tahun.

Berbagai masalah yang timbul akibat obesitas terhadap anak
obesitas terhadap anak

Usia anak tetap dalam proses pertumbuhan agar makanan mutlak untuk menolong nutrisi anak.

Namun, amat banyak makan dan tidak diimbangi bersama kesibukan fisik terhitung tidak baik untuk kesehatan. Jika pola asupan tidak bisa diimbangi, anak akan mengalami obesitas.

Mengutip dari Mayo Clinic, obesitas terhadap anak adalah situasi medis nyata-nyata yang merubah pertumbuhan anak-anak dan remaja.

Obesitas di jaman kanak-kanak bisa mengakibatkan beragam masalah kesegaran yang kebanyakan cuma dialami oleh orang dewasa. Sebagai contoh, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi terhadap anak, dan gangguan pertumbuhan atau gagal tumbuh terhadap anak

Berikut penjelasan lengkap masalah yang timbul dari obesitas terhadap anak:

1. Komplikasi kesehatan

Pada kebanyakan komplikasi kesegaran akibat obesitas terhadap anak erat kaitannya bersama pertumbuhan penyakit degeneratif, di antaranya:

Gejala pradiabetes
Kondisi ini memicu tubuh anak tidak bisa mencerna glukosa secara optimal dan menambah kadar glukosa di dalam darah.

Jika situasi ini tetap terjadi maka terhadap selagi usia remaja, anak berikut bisa menderita diabetes mellitus di usia dewasa nantinya.

Sindrom metabolik
Sindrom metabolik merupakan kumpulan gejala pertumbuhan penyakit degeneratif.

Sebagai contoh, tingginya tekanan darah, tingginya kadar kolesterol “jahat” atau LDL (low density lipoprotein) dan rendahnya kolesterol “baik” atau HDL (high density lipoprotein), dan juga penumpukan lemak di kira-kira perut anak.

Gejala asma
Anak yang mengalami obesitas lebih berisiko mengalami asma. Mengutip dari Mayo Clinic, tidak benar satu yang memicu perihal ini adalah obesitas bisa memicu inflamasi terhadap proses kardiovaskular di mana jaringan lemak di kira-kira pembuluh darah paru-paru.

Obesitas menjadi penyebab asma terhadap anak. Ini memicu paru-paru lebih peka terhadap rangsangan udara dari luar dan memicu gejala asma.

Gangguan tidur
Dikenal terhitung bersama sleep apnea yang merupakan gangguan pernapasan yang terhenti untuk sementara akibat penimbunan lemak terhadap anak yang mengalami obesitas.

Hepatic steatosis
Kondisi liver berlemak atau yang dikenal terhitung sebagai fatty liver disease merupakan penyebab penumpukan lemak di tubuh dan di dalam pembuluh darah. Meskipun tidak mengakibatkan gejala yang nyata-nyata di selagi muda namun bisa mengakibatkan kerusakan liver.

Pubertas dini
Obesitas bisa menjadi penyebab pubertas dini terhadap anak. Ini merupakan gejala yang lebih banyak dialami oleh perempuan dikarenakan ditandai bersama menstruasi dini.

Pubertas dini merupakan sinyal ketidakseimbangan hormonal yang nantinya bisa mengakibatkan masalah kesegaran perempuan sehabis dewasa.

2. Gangguan pertumbuhan muskuloskeletal

Mengutip dari American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS), berat badan yang terlalu berlebih akan mengganggu pertumbuhan tulang, sendi, dan otot terhadap anak.

Berikut lebih dari satu gangguan kesegaran tulang yang berisiko dialami oleh anak bersama obesitas:

Slipped capital femoral epiphysis (SCFE)

SCFE merupakan situasi tulang paha (femur) yang mundur ke belakang akibat area pertumbuhan tulang tidak bisa menahan berat badan.

Pada masalah yang nyata-nyata kaki yang mengalami gangguan ini tidak bisa menahan berat badan sedikit pun. Ini memicu tulang pinggul anak berubah dan tidak dalam posisi benar.

Penanganan Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE) dikerjakan 24 hingga 48 jam sehabis didiagnosis oleh dokter. Pengobatannya berwujud mengembalikan posisi tulang pinggul bersama kenakan sekrup khusus.

Penyakit Blount

Gangguan ini ditandai bersama kaki yang bengkok akibat pergantian hormon dan tekanan yang amat berat terhadap kaki anak tengah mengalami pertumbuhan, agar mengalami kecacatan.

Pada masalah yang belum amat parah, anak yang mengalami penyakit blount bisa diperbaiki bersama kenakan penyangga kaki atau orthotic. Namun tidak menutup barangkali dikerjakan operasi untuk melakukan perbaikan situasi kaki yang bengkok.

Anak-anak yang mengalami obesitas mempunyai risiko komplikasi yang lebih tinggi dikala menjalani operasi ini. Beberapa komplikasi yang akan terjadi seperti infeksi dan pengobatan tulang yang terlambat.

Patah tulang
Obesitas terhadap anak memicu si kecil berisiko tinggi mengalami patah tulang. Apa alasannya? Bobot tubuh yang amat berat, bisa memicu tulang stres dan melemahkan kekuatan tulang itu sendiri.

Selain itu, anak yang mengalami obesitas berisiko mengalami patah tulang akibat berat badan berlebih dikarenakan tulang yang tidak amat kuat akibat jarang beraktivitas fisik.

Pada masalah obesitas anak yang lumayan parah, pen atau besi tidak kuat untuk menolong bobot tubuh anak. Ini yang memicu perbaikan tulang anak yang obesitas sering mengalami kendala.

Flat feet
Anak yang mengalami obesitas atau berlebihan terhadap berat badannya, sering mengalami sakit selagi berjalan. Tidak cuma itu, flat feet atau telapak kaki rata terhitung terhitung situasi yang memicu kaki anak sakit dan membuatnya mudah letih dikala berjalan.

Bila mengidamkan menurunkan berat badan, sebaiknya menjauhi kesibukan yang memberi tumpuan amat lama terhadap kaki. Anda bisa mengajak si kecil untuk berenang sebagai kesibukan untuk mengurangi lemak terhadap tubuh anak.

Gangguan koordinasi

Anak yang mengalami obesitas cenderung susah untuk menggerakan bagian tubuh dan mempunyai kekuatan keseimbangan tubuh yang buruk.

Gangguan koordinasi atau Developmental Coordination Disorder (DCD) ini tersedia lebih dari satu situasi yang terhitung di dalamnya, seperti koordinasi motorik kasar.

Masalah bersama koordinasi kekuatan motorik kasar anak akibat gangguan koordinasi seperti susah untuk berdiri bersama satu kaki, melompat.

Selain itu, obesitas terhadap anak bisa memicu masalah bersama koordinasi kekuatan motorik halus anak, seperti menulis, menggunting, mengikat tali sepatu, atau mengetuk bersama satu jari.

Gangguan koordinasi bisa menghalangi kekuatan anak untuk bergerak dan ini bisa memicu anak menambah berat badannya.

3. Masalah dalam pertalian sosial

Anak yang mengalami obesitas cenderung mendapat stigma dan kurang di terima di lingkungan sosial seusianya.

Mereka terhitung cenderung mengalami pandangan negatif, diskriminasi, hingga tabiat bully oleh teman-temannya dikarenakan situasi badan mereka. Padahal, dampak bullying terhadap anak bisa mengakibatkan masalah serius.

Anak yang obesitas terhitung cenderung terpinggirkan dalam permainan yang membutuhkan kekuatan fisik, dikarenakan mereka bergerak cenderung lambat dibandingkan anak lain seusianya.

Kondisi sosial yang jelek seperti ini terhitung berpotensi mendorong mereka untuk menarik diri dari lingkungan dan lebih pilih untuk tinggal di rumah.

4. Gangguan psikologis terhadap anak obesitas

Gangguan psikologis dari anak bersama obesitas merupakan hasil dari stigma dan diskriminasi sosial, diantaranya:

Minder
Masalah tabiat dan gangguan belajar
Depresi
Anak gemuk sering menjadi cemoohan di lingkungan, sekiranya di sekolah atau di rumah. Tidak menutup barangkali obesitas terhadap anak bisa mengakibatkan gangguan psikologis, seperti minder.

Sementara itu depresi terhadap anak disebabkan oleh akumulasi dari masalah psikologis yang dipicu oleh pertalian sosial. Tidak cuma menarik diri, anak yang mengalami depresi akan kehilangan impuls dalam beraktivitas.

Cara mengatasi obesitas terhadap anak

Obesitas terjadi dikala energi yang dikonsumsi jauh lebih banyak dibanding energi atau kalori yang dikeluarkan oleh tubuh. Berikut lebih dari satu cara untuk menahan dan mengatasi obesitas terhadap anak:

Mengembalikan normalitas makan cocok usia
Mengatasi obesitas terhadap bayi usia 0-2 th. tidak serupa bersama anak yang usianya lebih besar. Ini dikarenakan di jaman 0-2 th. ini, bayi tengah dalam proses pertumbuhan liner.

Artinya, status gizi bayi di jaman depan atau selagi ia dewasa akan amat ditentukan oleh kondisinya selagi ini.

Jadi, yang bisa Anda melaksanakan selagi ini untuk mengatasi obesitas terhadap bayi yakni bersama cara mengembalikan normalitas makan bayi setiap hari cocok bersama usianya selagi ini.

Ambil contohnya begini, jika usia bayi selagi ini udah masuk ke jaman dukungan makanan pendamping ASI (MPASI) namun porsi dan jadwal makan bayi di luar peraturan normal, cobalah benarkan kembali.

Berikan frekuensi dan juga porsi makan bayi yang pas cocok bersama usianya. Jika nantinya asupan kalori harian bayi wajib dikurangi, kebanyakan dokter atau pakar gizi akan menolong merencanakannya bersama baik.

Hal ini bertujuan agar bayi tidak mengalami kekurangan zat gizi yang bisa menahan tumbuh kembangnya. Namun, pastikan pergantian pola makan berikut tidak memicu bayi kesulitan makan.

Makan makanan bersama diet seimbang

Tetap memberikan anak beragam makanan bersama menu yang seimbang. Ini terdiri dari:

Sayuran dan buah-buahan
Susu dan produk susu
Daging, ikan, kacang-kacangan, dan sumber protein tinggi lainnya
Sumber karbohidrat, seperti nasi merah, gandum atau makanan dari gandum utuh (seperti roti gandum dan sereal)
Anak-anak membutuhkan setidaknya 5 porsi sayuran dan buah-buahan setiap hari. Hal ini untuk mencukupi keperluan vitamin dan mineral anak.

Hal berikut terhitung untuk mencukupi keperluan serat anak agar terhindar dari konstipasi. Makanan sumber protein diperlukan anak untuk membangun sel-sel dalam tubuh. Sementara karbohidrat diperlukan sebagai sumber energi.

Konsumsi susu rendah gula

Untuk menahan dan mengatasi obesitas terhadap anak adalah menghalangi dukungan gula terhadap makanan dan minuman si kecil. Sebagai contoh, memberi tambahan susu rendah gula yang mempunyai kadar gizi yang lengkap.

Susu rendah gula kaya akan kadar asam omega 3 dan 6 yang menolong pertumbuhan otak dan kecerdasan anak.

Memilih susu rendah gula dan kaya nutrisi, bisa mencukupi keperluan gizi anak, terhitung untuk tumbuh kembang otak. Risiko obesitas dikarenakan asupan gula berlebih terhitung bisa dihindari bersama memberi tambahan si kecil susu rendah gula.

Olahraga bersama

Konsumsi kalori yang amat banyak dan tubuh yang tidak bergerak, bisa memicu obesitas terhadap si kecil. Anda bisa mengatasinya bersama melaksanakan olahraga atau kesibukan fisik bersama anak.

Mengutip dari Kids Health, kesibukan fisik bisa memicu anak bergerak lebih aktif dan membakar kalori yang udah dikonsumsi dalam sehari.

Kegiatan fisik yang bisa dikerjakan bersama anak seperti joging santai, berenang, bersepeda, atau terjadi enjoy selagi pagi atau sore hari.

Mengurangi asupan gula dalam sehari

Konsumsi gula yang amat banyak bisa memicu obesitas terhadap anak. Kurangi asupan gula bersama mengganti camilan yang kebanyakan amat banyak gula, seperti cokelat atau es krim, lalu diganti bersama buah.

Anda terhitung bisa mengurangi porsi nasi putih di selagi anak makan. Nasi putih memiliki kandungan kalori tinggi, berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, 100 gram atau satu centong nasi memiliki kandungan 100 kalori.

Ketika masuk ke dalam tubuh, kalori diubah menjadi gula. Bila tidak dikurangi, obesitas anak bisa jadi parah.

Kurangi selagi memirsa TV

Menghabiskan selagi berjam-jam di depan layar bisa memicu anak menjadi malas untuk bergerak. Hal ini bisa memicu anak lebih barangkali untuk mengalami kenaikan berat badan.

Oleh dikarenakan itu, Anda wajib menghalangi selagi anak memirsa tv, bermain video game, dan kesibukan lainnya. Sebaiknya selagi anak memirsa tv tidak lebih dari dua jam dan tidak menaruh tv di kamar tidur anak.